Boalemo XposeTV – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Masyarat Penambang Indonesia (MPI) Kabupaten Boalemo dan juga Aktivis Gorontalo, Amir Gani, melontarkan kritik tajam terhadap sikap Irfan Patila yang dinilainya arogan dan tidak berpihak kepada warga Desa Tenilo. Menurut Amir, keputusan yang diambil oleh Irfan Patila telah merusak keharmonisan antara warga desa dan pihak lain yang berkepentingan.
Baca Juga: bupati-dan-wakil-bupati-boalemo-bersama-forkopimda-tanam-padi-gogo-dan-jagung-di-kodim-1316/
Tambang di Desa Tenilo yang dikelola secara manual telah menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat setempat tanpa merusak lingkungan. Namun, keputusan yang diambil oleh Irfan Patila justru tidak memihak warga, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
“Irfan Patila sudah merusak keharmonisan tentang kepentingan warga Desa Tenilo,” ujar Amir Gani. “Sikap arogan dan tidak transparannya telah membuat warga merasa tidak dihargai dan tidak dipedulikan.”
Sebagai Ketua Masyarakat Penambang Indonesia (MPI) Boalemo, Amir Gani juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak warga penambang serta memastikan bahwa aktivitas pertambangan dilakukan secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
“Warga Desa Tenilo memiliki hak yang harus dihormati, termasuk hak untuk memanfaatkan sumber daya alam, hak mendapatkan informasi yang jelas dan transparan, serta hak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka,” tegasnya.
Amir menambahkan bahwa sikap arogan dan tidak transparan yang ditunjukkan oleh Irfan Patila tidak boleh dibiarkan. “Kita harus memastikan bahwa hak-hak warga Desa Tenilo dihormati dan dilindungi. Jangan sampai tindakan seperti ini merusak keharmonisan dan merugikan masyarakat,” pungkasnya.






































