![]()
Sumbawa Besar, XposeTV, Minggu (30/12/2025),— Api perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kian berkobar dan tak terbendung. Koalisi Aliansi Pejuang Provinsi Pulau Sumbawa (Aliansi PPS) kembali menggelar konsolidasi akbar kelima, kali ini mengguncang Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Minggu malam, sekitar pukul 21.07 WITA.
Setelah sebelumnya sukses digelar di Desa Batu Bangka (Moyo Hilir), Desa Mokong (Moyo Hulu), Desa Batu Dulang (Batu Lanteh), dan Desa Luk (Rhee), konsolidasi di Desa Lape menjadi penanda kuat bahwa gelombang dukungan rakyat terhadap pemekaran provinsi terus membesar dari akar rumput.
Mengusung tema “Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas Organisasi Upaya Persatuan Rakyat Menuju Provinsi Pulau Sumbawa”, kegiatan yang berlangsung di balai pertemuan desa itu disambut antusias warga. Kehadiran tokoh masyarakat, pemuda, dan aparatur desa menjadi bukti bahwa harapan akan lahirnya PPS bukan sekadar wacana, melainkan tuntutan nyata rakyat.
Acara dibuka langsung oleh Koordinator Umum Bidang Organisasi PPS-KS, Jahudin Denis, dan mendapat sambutan tegas dari Sekretaris Desa Lape yang menyatakan dukungan penuh tanpa syarat.

“Malam ini kami nyatakan sikap. Desa Lape siap mendukung penuh percepatan Provinsi Pulau Sumbawa, baik tenaga maupun pikiran. Ini adalah perjuangan bersama rakyat,” tegas Sekdes Lape disambut tepuk tangan warga.
Sementara itu, Ismail alias Cing, pejuang PPS, menegaskan bahwa gerakan PPS bukanlah mimpi kosong, melainkan lanjutan dari sejarah panjang perjuangan para tokoh Pulau Sumbawa.
“Ini bukan ilusi. Ini adalah nafas panjang perjuangan para pendahulu kita. Puluhan tahun PPS diperjuangkan, dan malam ini perjuangan itu terus hidup,” ujarnya lantang.
Ismail mengurai perjalanan panjang PPS, mulai dari naskah kesepakatan tujuh wilayah di Pulau Sumbawa, pembentukan KP3S, hingga perjuangan di tingkat nasional yang sempat tersendat akibat pandemi, efisiensi anggaran, dan kepentingan politik.

Ia menegaskan, kunci percepatan PPS adalah dukungan rakyat yang masif, solid, dan terorganisir.
“Pulau Sumbawa adalah Negeri Intan Bulaeng, kaya emas, perak, tembaga, pertanian, kelautan, dan perkebunan. Tapi selama kewenangan masih jauh, kekayaan ini tidak sepenuhnya kembali ke rakyat,” tegasnya.
Menurutnya, pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa akan memangkas rentang kendali birokrasi, memperkuat pengelolaan sumber daya alam, membuka ribuan lapangan kerja, serta meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur hingga ke desa-desa.
Pernyataan paling mengguncang disampaikan Ketua Umum Aliansi PPS, Halim Perdana Kusuma alias Rindu Permata. Dengan suara bergetar dan nada emosional, ia menegaskan bahwa perjuangan PPS bukan jalan aman.
“Ini bukan perjuangan biasa. Ini perjuangan dengan risiko tinggi, bahkan taruhan nyawa. Ada tekanan, intervensi, sampai kekerasan. Tapi kami tidak akan mundur,” tegas Rindu.

Ia menekankan bahwa momentum politik nasional saat ini adalah peluang emas yang tidak boleh disia-siakan, seraya menegaskan bahwa kekuatan sejati PPS ada pada persatuan rakyat.
“Kalau rakyat bersatu, tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan. Ketika 157 desa di Kabupaten Sumbawa terkonsolidasi, kita akan turun bersama. Satu suara, satu bahasa, satu nafas: Provinsi Pulau Sumbawa harus jadi!” serunya disambut sorak dan pekikan warga.
Rindu juga mengungkap insiden kekerasan yang dialami salah satu pejuang PPS saat aksi di Pelabuhan Poto Tano. Namun, ia menegaskan kejadian itu justru menguatkan tekad perjuangan.
“Kami tidak butuh apa-apa. Kami hanya butuh doa dan dukungan rakyat. Dengan doa dan persatuan, 2026 Provinsi Pulau Sumbawa harus terwujud,” tandasnya.
Nada lebih keras disampaikan Wakil Ketua PPS-KS, Rudini. Ia menegaskan bahwa PPS bukan agenda elite, melainkan akumulasi kekecewaan rakyat yang selama puluhan tahun merasa dianaktirikan.
“Pulau Sumbawa bukan miskin, tapi dimiskinkan oleh sistem. Kekayaan diangkut keluar, keputusan dibuat di tempat lain, sementara rakyat hanya kebagian debu dan janji. Ini bukan lagi soal kesabaran, ini soal keberanian melawan ketidakadilan,” sentaknya tajam.

Rudini memperingatkan, jika aspirasi rakyat Pulau Sumbawa terus diabaikan oleh pemerintah pusat, maka gelombang perlawanan akan semakin besar dan sulit dibendung.
“Jangan salahkan rakyat jika nanti bergerak lebih masif. PPS-KS berdiri di garda terdepan untuk memastikan suara rakyat Sumbawa tidak lagi dipermainkan,” tegasnya.
Konsolidasi ditutup dengan seruan persatuan dan tekad bersama warga Desa Lape untuk menjadi bagian dari sejarah besar lahirnya Provinsi Pulau Sumbawa.
Api perjuangan telah dinyalakan. Dan dari Desa Lape, gelombang perubahan itu kini bergerak semakin liar dan tak terbendung. (Af)







































Your place is valueble for me. Thanks!…
Heya i am for the first time here. I found this board and I find It really useful & it helped me out much. I hope to give something back and aid others like you aided me.
Awsome site! I am loving it!! Will be back later to read some more. I am bookmarking your feeds also.
Hello, Neat post. There’s an issue along with your website in internet explorer, might check this… IE still is the marketplace leader and a huge component of other people will leave out your fantastic writing because of this problem.