XPOSE TV//Sumbawa Besar, NTB – Aksi unjuk rasa (Unras) yang bertempat Di Lapangan Sepak Bola Cendrawasih Jln. Cendrawasih No.93, Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan aksi Unras yang di lakukan oleh Barisan Pemuda Bersatu Kelurahan Brang Biji Sumbawa terkait perizinan penggunaan lapangan sepak bola untuk Wahana Bazar Ramadhan Di Wilayah Kabupaten Sumbawa, Kamis 06/4/ 2023 Pukul 08.40 sampai dengan 12.00 Wita.
Yang bertindak sebagai Kordinator lapapangan (Korlap) saudara Ahyar Ribut dengan melibatkan massa aksi berjumlah 50 orang, Terkait dengan tidak adanya respon positif dan dukungan terhadap dilaksanakannya kegiatan Wahana Bazar Ramadhan di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa kepada Pemerintah Daerah melalui Diskopar agar memberikan Izin Pinjam pakai Lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji untuk mencari Rezeki, berusaha di bulan suci Ramadhan.

Massa aksi unjuk rasa menyampaikan berapa tuntutan diantaranya,
1. Meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Diskopar agar memberikan Izin Pinjam pakai Lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji untuk mencari Rezeki,berusaha di bulan suci Ramadhan.
2. Kami sudah bersurat untuk meminta kepada Pemerintah Daerah namun sampai saat ini kenapa masih di gantung tidak ada kejelasan, kami butuh kejelasan.
Kegiatan massa aksi unjuk rasa berkumpul di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji Sumbawa. Massa aksi yang berkumpul di lapangan sepak bola Kelurahan Brang Biji Sumbawa menyampaikan orasi yang di sampaikan oleh Koorlap Massa aksi saudara Ahyar Ribut secara bergantian yang intinya isi pada orasi tersebut, “Kami dari pemuda Kelurahan Brang Biji menyampaikan dengan adanya Wahana Bazar Ramadhan di kabupaten Sumbawa ini Kami sampaikan bahwa kami di sini adalah mencari rezeki di kampung kampung sendiri bukan mencari rejeki di luar daerah lain yang seharusnya pemerintah daerah perhatikan. Kami Datang Dan Menyampaikan orasi ini intinya kami akan memperjuangkan apa yang menjadi harapan pemuda yang harus pemerintah daerah menanggapinya secara serius karna ini terkait isi perut pemuda dan keluarganya yang tidak pernah di pikirkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa.” ucap Ribut panggilan akrab sehari hari.
“Persoalan ini seharusnya masih bisa diselesaikan dengan dialog, bukan Kami datang dengan kekerasan jika tidak ada solusi maka kami akan melawan dan tidak pernah takut apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa. Kami Harapkan Kepada Pemerintah Daerah jangan pilih kasih dan tebang pilih, masih banyak di tempat lain yang perlu ditertibkan, kami hanya minta keadilan dirumah sendiri mencari nafkah tapi kenapa harus diusik dan tidak bisa melihat kesenangan orang untuk mencari nafkah hidup di tanah kelahiran sendiri.” ujarnya.
” Kami akan bangkit melawan ketika ditindas oleh pemerintah Daerah kabupaten Sumbawa. Kami minta hearing di Kantor Bupati jikalau kami dikatakan ilegal, Surat sudah dilayangkan ke Kadiskopar dan berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Wabup dan Sekda Sumbawa. Kami hanya meminta izin untuk mempergunakan lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji ini untuk mencari nafkah untuk anak istri, kami bukan preman, tolong dengarkan suara kami jeritan kami selama pandemi covid 19 tidak bisa berbuat banyak untuk masyarakat, dengan adanya wahana Bazar ini tentunya akan membawah keberkahan bagi keluarga kami untuk mencari rezeki.” tutur korlap.
Kasat Pol PP Sumbawa Abdul Haris, S. Sos., dan Para Anggota Satpol-PP Kabupaten Sumbawa tiba di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji disambut oleh Korlap Massa aksi Barisan Pemuda Bersatu Brang Biji.
Sekdis Pol PP Sumbawa datang juga bersama dengan Kasi Pengamanan Satpol PP menemui massa aksi dan menyampaikan sesuatu hal, “Kami dari Satpol-PP Kabupaten Sumbawa datang ketempat Bazar Ramadhan di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji ini dalam rangka melaksanakan tugas perintah untuk melakukan penertiban dan apa yang disampaikan oleh teman – teman Barisan Pemuda Bersatu Kelurahan Brang Biji Sumbawa kami sangat Fahami namun izin dari kegiatan bazar ini tidak ada.” kata Sekdis Pol PP.
Sesuai dengan permintaan untuk melakukan Hearing di Kantor Bupati Sumbawa, apa yang menjadi harapan teman- teman semuanya silahkan di sampaikan di forum Hearing nanti, dan segala bentuk aktivitas wahana Bazar Ramadhan sementara dihentikan sampai ada hasil dari hearing nanti untuk yang mengikuti hearing cukup perwakilan dari massa aksi unjuk rasa saja.” tutur sekdis.
Tanggapan dari saudara Ahyar Ribut tentang penyampaian Sekdis Pol PP, “Kami adakan bazar ramadhan ini sebelumnya sudah membuat surat secara resmi kepada Dinas Diskopar namun sampai saat ini belum di tanggapi masih di gantung dan komunikasi kami dengan Wakil Bupati Sumbawa dan Sekda sudah namun tidak ada kejelasan yang pasti. Kami sadar bahwa kegiatan yang kami lakukan adalah ilegal namun kami dari Barisan Pemuda Bersatu Brang Biji hanya ingin mencari nafkah di kampung saya sendiri untuk menghidupi keluarga kami,” tegas Ribut.
” Terimakasih kepada Sekdis Satpol PP bersama Staf yang telah menemui kami dan bersedia memberikan ruang dan waktu untuk melaksanakan hearing di Kantor Bupati Sumbawa agar apa yang menjadi harapan dari teman – teman sekiranya bisa diberikan izin untuk melanjutkan kegiatan Wahana Bazar Ramadhan di lapangan sepak bola Brang Biji ini, tutup Korlap aksi unras.
Massa meninggal Lapangan Kantor Bupati Sumbawa menuju Kantor Diskopar Pemkab Sumbawa. Massa aksi tiba di Kantor Diskopar pemerintah daerah kabupaten Sumbawa dan menyampaikan orasi yang di sampaikan langsung oleh Korlap Ahyar Ribut secara bergantian dengan isi oraso, “Kami dari pemuda Brang Biji dengan adanya Wahana Bazar Ramadhan ini untuk mencari rezeki di kampung saya sendiri. Kami akan memperjuangkan apa yang menjadi harapan pemuda, semangat pemuda yang selalu memikirkan keluarga ini yang tidak pernah di pikirkan oleh Pemerintah Daerah. Persoalan ini seharusnya masih bisa diselesaikan dengan dialog, bukan datang dengan kekerasan jika tidak ada solusi maka kami akan melawan dan tidak pernah takut.”
“Pemerintah Daerah jangan pilih kasih dan tebang pilih, masih banyak di tempat lain yang perlu ditertibkan, kami hanya minta keadilan di kampung rumah sendiri mencari nafkah tapi kenapa harus diusik…?!!?.”
” Kami akan bangkit melawan ketika ditindas, kami minta hearing di Kantor Bupati, kalau kami dikatakan ilegal, surat sudah dilayangkan ke Kadiskopar dan berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Wabup dan Sekda Sumbawa. Hanya meminta izin untuk mempergunakan lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji ini untuk mencari nafkah untuk anak istri, kami bukan preman, tolong dengarkan suara kami jeritan kami selama pandemi covid 19 tidak bisa berbuat banyak untuk masyarakat, dengan adanya wahana Bazar ini tentunya akan membawah keberkahan bagi keluarga kami untuk mencari rezeki,” berkata dengan tegas saudara Ahyar Ribut.
Massa aksi Meninggalkan Kantor Diskopar Pemkab Sumbawa menuju Kantor Bupati Sumbawa, massa Aksi unjuk rasa tiba Kantor Bupati Sumbawa langsung orasi yang di sampaikan oleh Korlap Ahyar Ribut yang berisi permintaan,
” Kami meminta kepada pemerintah Daerah Sumbawa untuk membuka mata hatinya terhadap masyarakat Barisan Pemuda Bersatu Brang Biji dalam menggelar Bazar Ramadhan untuk sesuap nasi menafkahi keluarga di bulan Ramadhan yang berkah ini. Saya adalah salah satu tim Sukses dari Mo – Novi, kami tidak pernah meminta apa apa baik proyek atau pekerjaan lainnya namun kami hanya minta diberikan izin untuk pemakaian Lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji untuk kegiatan Bazar Ramadhan. Untuk diketahui surat sudah kami layangkan ke dinas Dikpora namun tidak pernah di tanggapi,k ami butuh keadilan untuk Pemuda Brang Biji yang walaupun menjadi parkiran dan memungut sampah, kehadiran kami di Kantor Bupati Sumbawa ini untuk mencari keadilan dan kami minta agar Pemerintah Daerah mau mendengar suara hati kami untuk hearing.
Akhirnya Massa aksi diterima oleh Sekda Kabupaten Sumbawa Drs. Hasan Basri, M.M., untuk hearing. Dalam hearing aksi unras Barisan Pemuda Bersatu Kelurahan Brang Biji Sumbawa mengajukan permintaan yang diwakili oleh Edy Muchtar dan Ahyar Ribut, meminta kepada Pemerintah Daerah agar memberikan ruang dan waktu Pemuda Brang Biji untuk memberikan Izin penggunaan Lapangan Sepak Bola Kelurahan Brang Biji untuk Bazar Ramadhan.
” Seharusnya kami tidak melanggar dalam penggunaan Lapangan sepak bola untuk dijadikan Bazar Ramadhan, namun surat kami sudah di kirim ke Kantor Diskopar namun tidak ada balasan, termasuk komunikasi melalui WhatsApp menemui sekda dan Kadiskopar namun tetap digantung. Dengan adanya bazar Ramadhan ini banyak hal yang bisa dipetik dalam bulan Suci Ramadhan kita bisa bersilaturahmi dengan karib kerabat,dan dalam kegiatan bazar itu ada parkir dan memungut sampah bekas dan menjamin kebersihannya.”
” Adanya wahana Bazar Ramadhan ini juga untuk mencari rezeki dan keberkahan, kami minta arahan serta langkah apa yang harus kami perbuat agar di berikan izin.” tutup dari perwakilan massa aksi unras.
Tanggapan Sekda Sumbawa Drs. Hasan Basri, M.M., mengatakan serta memberikan arahan bahwa ” Bazar Ramadhan setiap tahunnya selalu di selenggarakan diberbagai tempat, mulai dari awal bulan puasa sampai menjelang lebaran. Kami sudah sepakat dengan dinas untuk tidak ada lagi dinas yang memberikan Izin, karena tidak sesuai dengan izin yang diberikan karena banyak pedagang yang datang dari luar, namun banyak pedagang pasar yang protes kepada pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dan saya juga faham dengan apa yang diinginkan oleh teman – teman Pemuda Brang Biji, komitmen yang telah dibangun untuk tidak akan ada kegiatan yang sama di tahun depannya kenapa tahun ini diulangi lagi, jangan kami di paksa untuk melakukan sesuatu yang bertentangan, sementara dari pihak teman – teman sendiri yang mengingkari ?” tanya Sekda.
Begitu juga tanggapan dari Kadiskopar Pemkab Sumbawa Drs. Irawan Subekti, “Saya sampaikan bahwa perizinan tempat hiburan malam dan wisata kita tutup. Terkait dengan Bazar Ramadhan yang di selenggarakan di Kelurahan Brang Biji sesuai dengan kesepakatan tahun 2022 sebelumnya bahwa tidak ada lagi untuk memberikan izin dan harus berkonsultasi dengan instansi terkait.” kata bapak Irawan Kadiskopar.
Penyampaian dari Kabid Pasar Labuhan Bapak Abdul Hamid dan Kepala Pasar Seketeng yang mengatakan sesuatu bahwa, “Berdasarkan himbauan Surat dari Kadiskopar kepada kami agar penjualannya terpusat di Pasar Seketeng, dan untuk pedagang di Pasar Seketeng tidak ada yang keberatan dengan adanya pedagang pasar malam di Lapangan Brang Biji.”
Seluruh rangkaian kegiatan aksi unjuk rasa dan Hearing dari Barisan Pemuda Bersatu Brang Biji selesai tepat jam 12.00 Wita yang berlangsung dengan tertib aman dan lancar.
Pendapat Pelapor, “Bahwa aksi unras yang dilakukan oleh Barisan Pemuda Bersatu Kelurahan Brang Biji Sumbawa terkait dengan tidak diberikan Perizinan oleh Pemkab Sumbawa penggunaan Lapangan sepak bola untuk Wahana Bazar Ramadhan dan Barisan Pemuda Bersatu Brang Biji sudah pernah mengajukan surat permohonan Izin ke Diskopar Pemkab Sumbawa namun tidak pernah di tanggapi, karena di tidak sesuai dengan aturan dan ilegal sehingga Satpol-PP Kabupaten Sumbawa turun lapangan untuk penertiban namun mendapat perlawanan dari massa aksi.”
Red: H A





































