XPOSE TV//Mataram, NTB – Abdulah protes keras terhadap penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Puskesmas Batu Jangkih, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menuai polemik luas. Selasa (13/01/2025).
Kasus ini tidak hanya menjadi sorotan kalangan hukum, tetapi juga menarik perhatian publik secara nasional. Abdullah secara terbuka menyatakan keberatan atas status hukum yang disematkan kepadanya.
Ia menilai penetapan tersangka tersebut sarat kejanggalan. Menurutnya, proses penyidikan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB), menyimpang dari prinsip keadilan.
Abdullah menegaskan dirinya tidak bersalah. Ia merasa dikorbankan dalam perkara yang seharusnya ditujukan kepada badan usaha. Pernyataan tersebut disampaikan Abdullah kepada awak media di Mataram, Selasa (13/01).
Abdullah meminta Kapolda NTB turun tangan langsung. Ia mendesak agar Kapolda NTB mengevaluasi kinerja penyidik Ditreskrimsus. Menurutnya, perkara ini harus ditangani secara objektif dan transparan.
Abdullah menyebut status tersangka terhadap dirinya tidak berdasar hukum. Ia menilai penetapan tersebut keliru baik secara substansi maupun prosedural.
Abdullah menegaskan prinsip due process of law telah diabaikan. Ia merasa hak-haknya sebagai warga negara telah dilanggar. Ia juga menyebut proses hukum yang berjalan cenderung dipaksakan.
“Saya meminta Kapolda NTB menghapus status tersangka saya,” tegas Abdullah.
“Saya tidak bersalah,” lanjutnya.
“Penetapan ini tidak berdasar,” ujar Abdullah dengan nada tegas.
Ia mengaku siap membuka seluruh dokumen terkait proyek tersebut. Ia juga siap mempertanggungjawabkan perannya secara hukum. Namun, Abdullah menolak dijadikan kambing hitam.
Kasus ini berkaitan dengan proyek pembangunan Puskesmas Batu Jangkih. Proyek tersebut bernilai sekitar Rp. 5,95 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Rangga Makazza. Dalam struktur perusahaan, Abdullah tidak menjabat sebagai direktur utama.
Abdullah hanya bertindak sebagai penerima kuasa direktur. Kuasa tersebut diberikan melalui akta notaris yang sah. Tanggung jawab hukum badan usaha melekat pada direktur utama. Hal tersebut ditegaskan Abdullah berulang kali.
Abdullah menilai penyidik keliru dalam menentukan subjek hukum. Menurutnya, penyidik mengabaikan prinsip pertanggungjawaban korporasi. Ia menyebut posisi kuasa direktur tidak identik dengan penanggung jawab utama.
Abdullah menyatakan tidak memiliki kewenangan strategis dalam pengelolaan proyek. Seluruh keputusan penting berada di tangan direktur utama. Ia hanya menjalankan tugas administratif berdasarkan kuasa.
Proyek pembangunan Puskesmas Batu Jangkih diawali dengan pencairan uang muka. Uang muka tersebut sebesar 20 persen dari nilai kontrak. Pekerjaan kemudian berjalan sesuai perencanaan awal. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat pekerjaan tambahan. Pekerjaan tambahan tersebut berada di luar Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Pekerjaan tambahan meliputi pemasangan beronjong. Selain itu, terdapat pekerjaan urugan tanah. Seluruh pekerjaan tambahan tersebut dilakukan melalui mekanisme adendum kontrak.
Menurut Abdullah, adendum kontrak disusun secara resmi. Adendum tersebut disepakati para pihak. Pekerjaan tambahan juga berada dalam pengawasan konsultan resmi.
Konsultan pengawas ditunjuk langsung oleh Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Setiap tahapan pekerjaan tercatat dalam laporan pengawasan. Tidak ada pekerjaan yang dilakukan secara sepihak. Tidak ada pekerjaan tanpa persetujuan.
Pada Desember 2021, kontrak pekerjaan diputus secara sepihak. Pemutusan dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Saat kontrak diputus, progres fisik proyek mencapai 66,85 persen. Angka tersebut tercantum dalam laporan resmi konsultan pengawas. Laporan tersebut menjadi dasar administrasi pemutusan kontrak.
Abdullah menilai pemutusan tersebut tidak adil. Ia menyebut perusahaan telah bekerja sesuai progres yang dilaporkan. Pada Juni 2022, Dinas Kesehatan Lombok Tengah mengirimkan surat.
Surat tersebut berisi dugaan kelebihan pembayaran. Nilai kelebihan pembayaran sekitar Rp. 576.000.000,- (lima ratus tujuh puluh enam juta rupiah). Selain itu, terdapat pencairan jaminan pelaksanaan. Nilai jaminan pelaksanaan mencapai Rp. 297.000.000,- (dua ratus sembilan puluh tujuh juta rupiah).
Seluruh beban kelebihan pembayaran dibebankan kepada CV. Rangga Makazza. Tidak ada pembebanan kepada Abdullah secara pribadi.
Pemerintah daerah kemudian melelang pekerjaan lanjutan. Lelang dilakukan pada tahun anggaran 2023. Nilai lelang sekitar Rp1,97 miliar. Pekerjaan diselesaikan oleh kontraktor baru. Proyek akhirnya rampung hingga 100 persen.
Abdullah menilai persoalan proyek telah selesai secara administratif. Keanehan muncul pada November 2025. Saat itu, Abdullah dipanggil sebagai saksi. Pemanggilan dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda NTB. Namun, statusnya kemudian berubah menjadi tersangka.
Perubahan status tersebut dinilai mendadak.
Abdullah mengaku tidak mendapatkan penjelasan memadai. Ia mempertanyakan dasar hukum penetapan tersangka.
“Kelebihan pembayaran itu ditujukan ke perusahaan,” ujar Abdullah.
“Kenapa saya yang dijadikan tersangka?” lanjutnya.
“Saya hanya kuasa direktur,” tegas Abdullah.
Ia menilai logika hukum dalam perkara ini terbalik. Ia menduga adanya kesalahan serius dalam penyidikan. Abdullah juga mengaku tidak pernah menerima LHP BPKP.
Ia tidak pernah menerima rincian resmi kerugian negara. Kerugian negara disebut-sebut mencapai Rp. 596.000.000,- (lima ratus sembilan puluh enam juta rupiah). Namun, rincian tersebut tidak pernah disampaikan secara resmi. Abdullah menilai hal ini melanggar KUHAP. Ia juga menilai hal tersebut melanggar prinsip fair trial.
Penetapan tersangka seharusnya berbasis alat bukti yang jelas.
“Saya tidak tahu rinciannya,” kata Abdullah.
“Tiba-tiba saya ditetapkan jadi tersangka,” ujarnya.
“Saya bingung dan merasa dirugikan,” tambahnya.
Yang paling serius, Abdullah mengungkap dugaan permintaan uang. Permintaan tersebut sebesar Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta). Permintaan diduga dilakukan oleh oknum penyidik. Dalihnya sebagai pengganti kerugian negara. Uang tersebut disebut agar Abdullah dibebaskan. Permintaan tersebut dinilai janggal. Tidak ada dokumen resmi yang menyertainya. Abdullah mengaku tidak pernah menerima rincian BPKP.
Ia mempertanyakan dasar permintaan uang tersebut.
Ia merasa diperlakukan tidak adil.
Ia menduga adanya penyalahgunaan kewenangan.
Ia menyebut dugaan tersebut berpotensi melanggar UU Tipikor.
Ia merujuk pada Pasal 12B terkait gratifikasi.
“Saya dimintai Rp150 juta,” ungkap Abdullah.
“Katanya agar saya bebas,” lanjutnya.
“Saya bingung uang apa itu,” ujarnya.
“Rinciannya saja saya tidak pernah terima,” tegasnya.
Atas rangkaian persoalan tersebut, Abdullah mendesak Kapolda NTB bertindak.
Ia meminta evaluasi total terhadap penyidikan.
Ia meminta pemeriksaan internal terhadap penyidik.
Ia berharap institusi Polri menjaga marwah hukum.
Ia juga berharap transparansi ditegakkan.
“Saya minta Kapolda NTB mengevaluasi kasus saya,” kata Abdullah.
“Ada yang tidak beres,” lanjutnya. “Kenapa saya ditetapkan tersangka,” ujarnya.
“Kenapa saya dimintai uang Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah)” tambahnya. Dan kenapa saya ditahan,” tutup Abdullah.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Kasus ini berpotensi mencoreng wajah penegakan hukum. Kasus ini juga menguji komitmen reformasi kepolisian.
Publik menunggu sikap tegas Kapolda NTB. Publik berharap keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu. Transparansi dan akuntabilitas menjadi tuntutan utama. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau.
Red: H A






































Fiгst of аll, I wamt tto appreciate hοԝ clean and music-focused tһis website feels, tһis site ցives а smooth and trustworthy
fist impression. Tһе structure iѕ ϲlear, the content іs easy to understand, and ᥙsers ⅽan qᥙickly see what tһe platfdorm offers.
The straightforward design helps սsers focus ᧐n enjoying
music. I genuinely thiink tһе site admin has done a soid job
maintaining usability.
Juѕt ⅼast evening when I was testing different music tools on my computer, and thаt’s when I came
ɑcross 汽水.
Ӏ spent sоme tme browsing the site, and it сlearly feels designed foor ᥙsers
who ѡant ɑ smooth and enjoyable listening experience.
Fօr anyone ԝho enjjoys discovering neԝ songs and playlists, սsing 汽水音乐 feels practical аnd user-friendly.
The platform presentation makeѕ it suitable fⲟr botһ casual listeners and
people ѡhо listen to music daily.
Ⲟne tһing thаt гeally stood oᥙt to me, is how clеarly the site explains 汽水音乐下载 options.
Ӏt alsо highlights 汽水音乐电脑版, ᴡhich iѕ very helpful fоr users who
prefer listening on a desktop օr laptop instead of a phone.
Overaⅼl, accessing 汽水音乐电脑版下载 thгough this platform feels convenient ɑnd user-oriented.
It’s a usefuⅼ resource for аnyone loⲟking ffor
a clean, simple, аnd enmjoyable desktop music experience.
Ϝirst of alⅼ, I want tto appгeciate how clean and music-focused tһis website feels,
tһis sote gives a smooth ɑnd trustworthy fiest impression. Tһe structure is clear, the content iѕ easy to understand, annd սsers ϲan գuickly sеe wһat the
platform оffers. Websites ⅼike this stand out ƅecause оf simplicity, I genuinely think the site admin has Ԁone a
solid job maintaining usability.
Јust last everning wһen I waѕ testing dіfferent music
tools οn my cօmputer, ɑnd thɑt’s wһen I casme аcross 汽水.
I spent somе time browsing the site, ɑnd it cⅼeaгly feels designed forr սsers wһo ԝant ɑ smooth and enjoyable listening experience.
Ӏf yoou often listen to music whіle wߋrking or relaxing,
using 汽水音乐 feels prqctical andd սser-friendly.
The platform presentation mаkes іt suitable f᧐r both casual listeners ɑnd peokple whо liosten tо music daily.
Օne thing that reaⅼly stood ᧐ut to me, is hoԝ cⅼearlʏ thе site explainbs 汽水音乐下载 options.
It also highlights 汽水音乐电脑版, ѡhich is very helpful
for սsers whο prefer listening օn a desktop oг lptop instead of a
phone.
Overall, accessing 汽水音乐电脑版下载 through thiss
platform feels convenient аnd useг-oriented.
Ιt’s a useful resource for anyⲟne looкing for a clean, simple,
ɑnd enjoyable desktop music experience.