![]()
XposeTv//Gorontalo-Suasana Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, mendadak haru setelah seorang pelajar bernama Arya Husain (14 tahun) dilaporkan tenggelam saat mandi di Sungai Bolango, tepatnya di sekitar Jembatan Jodoh, pada Selasa 19 Agustus 2025 sekitar pukul 17.45 Wita. Peristiwa nahas ini berawal ketika korban bersama beberapa temannya mandi di Sungai Bolango pada sore hari. Tanpa disadari, derasnya arus sungai menyeret tubuh Arya hingga akhirnya tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa Koramil 1315-01/Telaga Sertu Mujiono bersama aparat kepolisian dan tim Basarnas langsung turun ke lokasi untuk melaksanakan pencarian lanjutan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas membantu pencarian, namun juga menjalankan tugas pokoknya sebagai penjaga keamanan dan perdamaian. Babinsa berperan aktif membina masyarakat dalam bidang perlindungan serta keamanan, sehingga keberadaannya di lokasi kejadian memberi rasa tenang dan dukungan moral bagi warga yang cemas menunggu kabar.
Proses pencarian dilakukan dengan menyisir tepian sungai hingga ke titik yang diduga kuat menjadi lokasi korban terseret. Babinsa, kepolisian, dan Basarnas bahu-membahu menelusuri sungai menggunakan perahu karet, sambil sebagian tim lainnya menyusuri daratan untuk memperluas area pencarian. Mereka juga memeriksa setiap tumpukan kayu yang terlihat dan memantau cuaca serta debit air sungai untuk memastikan keselamatan tim.
Pencarian ini terus dilanjutkan hingga malam, meski kondisi alam tidak sepenuhnya mendukung. Hambatan di lapangan cukup besar, terutama karena derasnya arus sungai dan medan sekitar yang sulit dijangkau. Faktor cuaca yang kurang bersahabat juga membuat jarak pandang tim terbatas, sehingga proses pencarian harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan korban tambahan dari pihak penyelamat.
Menghadapi kendala tersebut, koordinasi cepat dilakukan. Babinsa, aparat desa, pihak kepolisian, dan Basarnas duduk bersama merumuskan strategi pencarian. Mereka menyepakati pembagian tim dan jalur penyisiran agar pencarian lebih efektif. Selain itu, warga juga dilibatkan dalam membantu memberikan informasi mengenai kondisi sungai dan area yang sering dijadikan tempat mandi.
Sambutan masyarakat terhadap keterlibatan tim gabungan ini sangat positif. Warga merasa lega karena aparat sigap bergerak cepat dan menunjukkan kepedulian. Dukungan moral dari Babinsa dan aparat lainnya membuat keluarga korban tidak merasa sendirian menghadapi musibah yang menimpa putra mereka.
Kegiatan pencarian yang dipimpin Babinsa Koramil 1315-01/Telaga Sertu Mujiono bersama aparat kepolisian dan Basarnas akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi musibah ini, sembari berharap Arya segera ditemukan agar keluarga dapat memperoleh kepastian.
Xposetv.






































