![]()
Xposetv//Gorontalo Senin, 7 April 2025, pukul 15.36 WIB, Desa Parungi, Kecamatan Boliyohuto, menjadi tuan rumah acara Ketupat 2025 yang meriah. Di halaman rumah Ida Husain, warga desa berkumpul untuk merayakan tradisi ini dengan penuh kebersamaan dan keceriaan.
Tradisi Ketupat
Ketupat adalah tradisi yang sudah berlangsung lama di Indonesia, terutama di Jawa dan Bali. Tradisi ini dirayakan sebagai bentuk apresiasi untuk umat Muslim yang telah menjalankan puasa Syawal setelah puasa bulan Ramadhan. Ketupat juga melambangkan kebersamaan dan kasih sayang antar masyarakat.
Lomba Pukul Tas Berisi Air
Acara Ketupat 2025 di halaman rumah Ida Husain dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti:
– *Lomba Makan Ketupat*: Warga desa berlomba-lomba makan ketupat dengan lauk yang disediakan.
– *Pertandingan Kebersihan dan Keceriaan*: Warga desa berkompetisi membuat hiasan dan dekorasi yang paling menarik dan bersih.
– *Lomba Pukul Tas Berisi Air*: Warga desa berlomba-lomba memukul tas berisi air, yang kemudian disebut sebagai “Pukulan untuk Pelakor”.
Cindra Pakaya
Cindra Pakaya menjadi salah satu peserta yang paling diingat dalam lomba pukul tas berisi air. Ia berhasil memukul tas berisi air dengan sangat kuat dan cepat.
Kebersamaan dan Keceriaan
Acara Ketupat 2025 di halaman rumah Ida Husain berlangsung dengan meriah dan penuh kebersamaan. Warga desa terlihat sangat antusias dan bahagia dalam merayakan tradisi ini.
Tradisi yang Berkelanjutan
Tradisi Ketupat telah berlangsung lama di Desa Parungi dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat. Acara ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi simbol kebersamaan dan kasih sayang antar masyarakat.
Pukulan untuk Pelakor
Pukulan untuk Pelakor menjadi salah satu momen yang paling diingat dalam acara Ketupat 2025. Warga desa terlihat sangat antusias dan bahagia dalam merayakan tradisi ini.
Keseruan Acara
Acara Ketupat 2025 di halaman rumah Ida Husain berlangsung dengan sangat seru dan penuh kebersamaan. Warga desa terlihat sangat antusias dan bahagia dalam merayakan tradisi ini.
Tradisi Unik
Tradisi Ketupat di Desa Parungi memiliki keunikan tersendiri, seperti lomba pukul tas berisi air yang kemudian disebut sebagai “Pukulan untuk Pelakor”.
Kebersamaan Masyarakat
Acara Ketupat 2025 di halaman rumah Ida Husain berlangsung dengan sangat meriah dan penuh kebersamaan. Warga desa terlihat sangat antusias dan bahagia dalam merayakan tradisi ini.
Simbol Kebersamaan
Tradisi Ketupat di Desa Parungi menjadi simbol kebersamaan dan kasih sayang antar masyarakat. Acara ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
Penutup
Acara Ketupat 2025 di halaman rumah Ida Husain berlangsung dengan sukses dan penuh kebersamaan. Semoga tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi simbol kebersamaan dan kasih sayang antar masyarakat.
Yohanes lamara.





































