![]()
Xpose tv. Live, Sidoarjo – Gala night gelaran Universitas Ma’arif Hasyim Latif (Umaha) yang berusia satu dekade (10 tahun) pada bulan Mei tahun ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Untuk memperingati usia 100 tahun ini, Umaha menggelar acara dengan tema “1 Dekade Gala Night” di gedung Graha Anugerah Gusti 2 Kampus Umaha Ngelom Sidoarjo. Senin (20/5/24)
Dengan Tagline “Asa dalam Dasawarsa”. Yang dibagi dalam beberapa sesi penampilan yaitu: Dasawarsa journey, Tribute to Umaha, Umaha award, Businees Gathering serta hiburan spesial lawakan Cak Lontong.
Tak lupa launching karya para mahasiswanya: 100 buku dan HKI karya civitas academica Umaha serta ada 10 program beasiswa Umaha.
Rektor Umaha Hidayatullah, saat ditemui berharap pada usia yang ke-10 ini, Umaha ke depannya bisa lebih maju lagi dan lebih baik. “Bisa mencetak lebih banyak lulusan yang berkualitas dan berintegritas sehingga bisa berkontribusi terhadap negara” ujarnya.
Dengan harapan di gelarnya peringatan 1 Dekade ini yang bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Sebab sesuai tagline energi akselerasi, sedangkan hari kebangkitan identik dengan akselerasi. Akselerasi bagi kami (Umaha) adalah akselerasi tanpa henti, mengambil sesuatu yang lebih baik dan harus diteruskan ke depannya.
Terkait program beasiswa ini, ia berharap dengan adanya program itu bisa membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan tinggi di Umaha.
“Kami menyediakan 10 program beasiswa ini juga bagian solusi atas polemik nasional mahalnya biaya UKT yang tentunya bisa memupus harapan generasi muda untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ulasnya.
Umaha mempunyai 4 fakultas dengan 16 prodi yang harapannya ke depan setiap tahunnya ada prodi baru yang dibuka. Dan salah satu pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan Umaha adalah mobil keliling untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti sertifikasi halal untuk pelaku UMKM, pengobatan dan penyuluhan/bantuan hukum.
Acara di tutup dengan penampilan Cak Lontong artis sebagai pelawak nasional yang dihadirkan untuk menghibur para undangan yang hadir terbahak-bahak dengan candaan dalam melontarkan kalimat-kalimat lucunya. (Lutfi)






































