XPOSETV// Nganjuk – Menindaklanjuti hasil diskusi kemarin sore (4/7) pasca terjadinya bencana tanah longsor di Dusun Bruno, Desa Ngliman, Kec. Sawahan, Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk Abdul Wakid bersama anggotanya kembali mendatangi lokasi untuk melakukan kerja bakti, Normalisasi Tanahย longsor secara manual dengan Gotong Royong, Rabu (5/7/2023).
Menurut keterangan Kabid Pengairan ( Rusdi Gunawan) ketika di wawancarai Awak Media Xposetv terkait Tanah Longsor, mengatakan bahwa Kabid Pengairan mewakili Dinas PUPR. Menjelaskan karena terjadi longsor ini merusak saluran Tersier yang mengalir kurang lebih 10 Hektar Perkebunan terdiri dari Pohon Cengkeh dan Mawar.
Namun Pihak PUPR Akan menurunkan Alat Berat untuk membuka akses saluran air tersebut supaya kembali normal, akan tetapi ada kendala masuknya akses alat berat tersebut harus melewati Perkebunan Mawar milik warga , sedangkan warga tersebut minta kompensasi .

Maka terkait alat berat saya pending dulu maka akan saya lakukan Normalisasi dengan Secara Manual dengan Kerja bakti secara Gotong royong”, sambil menunggu proses alat berat tersebut.” Jelasnya Kabid Pengairan.
di Lanjutkan keterangan Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk ( Abdul Wakid) , dengan Giat Kerja baktiย secara gotong royong dilakukan bersama-sama dengan mengikutsertakan teman-teman dari TNI, POLRI, Tagana, Pramuka, PMI, BPBD, Desa Tangguh Bencana (Destana), beserta warga Ngliman yang ada di sekitar lokasi longsor.
โAgenda kedua kita setelah longsor kemarinย adalah melakukan kerja bakti. Hari ini tim akan membuat saluran air agar bisa mengalir. Hal ini menjadi prioritas utama karena jika air tidak bisa mengalir nanti akan menimbulkan masalah baru, jika air sampai meluap disekitaran rumah kiri kanan longsor akan membahayakan,โ terang Abdul Wakid.
Dijelaskannya, selain membuat saluran air, BPBD juga berkoordinasi dengan Pemkab Nganjuk melalui Dinas PUPR agar sarana dan prasarana tetap ada karena tumpukan longsor juga membutuhkan alat berat untuk pengerjaannya.
Tonton Videonya:
โAlhamdulilah alat berat yang disediakan Dinas PUPR sudahย ter-assesmentย untuk mencari jalur dimana alat berat tersebut bisa masuk ke jalur lokasi. Karena jika tidak menggunakan alat berat, saya rasa juga cukup berat untuk kita kerjakan. Material tanah longsor ini cukup banyak dan jaraknya antara sungai dengan yang longsor ini cukup tinggi. Sehingga harus menggunakan alat berat untuk bantuannya,โ jelas Abdul Wakid.
Pihaknya mengatakan untuk hari ini (5/7) tim sementara mengerjakan dengan cara manual. โNamun demikian nanti jika alatnya sudah datang dan dapat masuk ke lokasi kita langsung gunakan alat berat,โ tuturnya.
Abdul Wakid selaku kalaksa BPBD Nganjuk terus memantau perkembangan dan kondisi tanah longsor yang terjadi saat ini. Pihaknya berpesan untuk semua masyarakat yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk tetap berhatiโhati dan selalu waspada yang mungkin akan terjadi tanah longsor susulan.
Sebagai informasi, jumlah rumah yang rawan di sekitaran longsor dan sungai disebelah kanan ada 7 rumah, di sebelah kiri ada 5 rumah, kemudian ditambah 2 fasilitas umum ada sekolah dan pos Kesehatan.






































