![]()
XposeTV//Boalemo – Seratus hari pertama adalah cermin awal dari sebuah pemerintahan. Di sinilah masyarakat menilai arah, ritme, dan komitmen para pemimpin yang telah mereka mandatkan. Dalam konteks Kabupaten Boalemo, tonggak ini menjadi penting untuk mengukur langkah awal pemerintahan PAHAM—Pasangan Rum Pagau dan Lahmuddin Hambali—apakah telah sesuai jalur (on the track) dengan janji dan visinya.
Baca Juga : Bupati Boalemo Hadiri dan Sukseskan Munas APKASI ke-VI Tahun 2025 di Minahasa Utara
Sejak dilantik, PAHAM tidak sekadar mengusung agenda pembangunan konvensional. Mereka hadir membawa semangat delapan transformasi: sosial, ekonomi, tata kelola pemerintahan, keamanan, ketahanan sosial budaya dan ekologi, pembangunan wilayah yang merata dan adil, serta dua misi strategis tambahan: lingkungan hidup dan penguatan sumber daya manusia.
Infrastruktur: Jalan Menuju Kesejahteraan
Salah satu capaian utama adalah sektor infrastruktur jalan. Pemerintah berhasil menggandeng BPJN untuk membangun ruas jalan Trans Sulawesi (Paguyaman–Tabulo), serta mendorong perbaikan ruas Paguyaman–Paguyaman Pantai melalui Pemerintah Provinsi. Akses jalan yang dulunya rusak parah kini mulai ditangani serius.
Lebih dari sekadar konektivitas, pembangunan jalan ini membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta memudahkan layanan pendidikan dan kesehatan. Pemerintah memahami bahwa jalan bukan sekadar aspal—melainkan jalur menuju kesejahteraan masyarakat.
Kesehatan: Komitmen Bermartabat
Rumah Sakit Umum Daerah Clara Gobel kini menjadi pusat perhatian. Dalam 100 hari, dilakukan pembenahan fasilitas dasar, pengadaan alat kesehatan modern, peningkatan ruang rawat inap, serta pelatihan dan penambahan tenaga medis. Desain pembangunan gedung baru pun telah disiapkan.
Langkah ini merupakan komitmen moral: bahwa setiap warga Boalemo berhak atas layanan kesehatan yang layak dan bermartabat. RS Clara Gobel ditargetkan menjadi pusat rujukan medis di kawasan Teluk Tomini barat.
Ekonomi Maritim: Revitalisasi Pelabuhan Tilamuta
Pengembangan Pelabuhan Tilamuta menjadi agenda strategis. Revitalisasi dermaga, perbaikan sistem bongkar muat, dan penyusunan blueprint perdagangan laut telah dimulai bekerja sama dengan PT Pelindo. Pelabuhan ini diarahkan sebagai simpul logistik maritim dan pusat distribusi regional yang menopang sektor perikanan dan UKM lokal.
Pertanian: Menyemai Harapan dari Ladang
Di sektor pertanian, program inseminasi buatan menghasilkan 300 ekor sapi bunting. Bantuan benih jagung, pupuk gratis, serta traktor untuk petani dan kelompok tani juga telah disalurkan. Persiapan bibit sawit, kakao, dan pala ditargetkan siap tanam pada 2026, mencerminkan perencanaan jangka panjang yang matang.
Kebudayaan dan Wisata: Menata Ulang Identitas Boalemo
Satu yang membedakan 100 hari PAHAM adalah perhatian pada budaya dan pariwisata. Seminar Nasional Kebudayaan dan Peradaban Boalemo berhasil menghadirkan tokoh nasional seperti Yori Antar dan Danny Pomanto. Diskusi ini menjadi landasan transformasi wisata Boalemo, dengan Pantai Bolihutuo sebagai ikon yang akan dikembangkan berbasis budaya lokal, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif komunitas pesisir.
Tata Kelola dan Prestasi: Pemerintahan yang Mendengar dan Bekerja
Capaian administratif pun tak kalah penting. Kabupaten Boalemo kembali meraih Opini WTP ke-8, menjadi Terbaik I Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), serta Terinovatif se-Provinsi Gorontalo. Penyusunan Rancangan Awal RPJMD 2025–2029 juga telah disepakati, disertai pelaksanaan Job Fit bagi pimpinan SOPD Eselon II.
Kesimpulan: Bergerak Maju, Menata dari Akar
Seratus hari bukan waktu yang cukup untuk menyelesaikan segalanya. Namun, dalam rentang pendek ini, Pemerintahan PAHAM menunjukkan konsistensi dan arah yang jelas. Dari pembangunan jalan hingga penguatan budaya, semua mengarah pada satu benang merah: transformasi Boalemo dari dalam.
Kami sadar, masih banyak pekerjaan rumah yang menanti. Tapi fondasi sudah diletakkan. Dan ke depan, Boalemo bukan hanya akan dikenal karena alamnya yang indah, tapi juga karena sistem sosial, ekonomi, dan budayanya yang seimbang dan bermartabat.
Pemerintah PAHAM tidak hanya bekerja, tetapi juga mendengarkan. Tidak hanya membangun, tetapi juga merangkul. Ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju Boalemo yang lebih berdaulat, berbudaya, dan berkelanjutan.(FM)






































